Tafsir Al Fath Ayat 10-13

Ayat 10-13: Keutamaan orang-orang yang membai’at Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam Bai’aturridhwan, membuka kedok kaum munafik dan bagaimana mereka bersangka buruk kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala.

  إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ فَمَنْ نَكَثَ فَإِنَّمَا يَنْكُثُ عَلَى نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا (١٠) سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الأعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا بَلْ كَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا (١١) بَلْ ظَنَنْتُمْ أَنْ لَنْ يَنْقَلِبَ الرَّسُولُ وَالْمُؤْمِنُونَ إِلَى أَهْلِيهِمْ أَبَدًا وَزُيِّنَ ذَلِكَ فِي قُلُوبِكُمْ وَظَنَنْتُمْ ظَنَّ السَّوْءِ وَكُنْتُمْ قَوْمًا بُورًا (١٢) وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ فَإِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَعِيرًا (١٣)

Terjemah Surat Al Fath Ayat 10-13

10. Bahwa orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad)[1], sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Allah[2]. Tangan Allah di atas tangan-tangan mereka[3], maka barang siapa melanggar janji, maka sesungguhnya dia melanggar atas janji sendiri[4]; dan barang siapa menepati janjinya kepada Allah, maka Dia akan memberinya pahala yang besar[5].

11. [6]Orang-orang Badui[7] yang tertinggal (tidak turut ke Hudaibiyah) akan berkata, “Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami[8], maka mohonkanlah ampunan untuk kami.” Mereka mengucapkan sesuatu dengan mulutnya apa yang tidak ada dalam hatinya[9]. Katakanlah, “Maka siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki bencana terhadap kamu atau jika Dia menghendaki keuntungan bagimu? Sungguh, Allah Mahateliti dengan apa yang kamu kerjakan.”

12. Bahkan (semula) kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin sekali-kali tidak akan kembali lagi kepada keluarga mereka selamanya[10], dan dijadikan terasa indah yang demikian itu di dalam hatimu, dan kamu telah berprasangka dengan prasangka yang buruk, karena itu kamu menjadi kaum yang binasa.

13. Dan barang siapa tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu neraka yang menyala-nyala

[1] Yaitu melakukan Bai’atur ridhwan di Hudaibiyah.

[2] Pada bulan Zulkaidah tahun keenam Hijriyyah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam beserta pengikut-pengikutnya hendak mengunjungi Mekkah untuk melakukan umrah dan melihat keluarga-keluarga mereka yang telah lama ditinggalkan. Setelah sampai di Hudaibiyah beliau berhenti dan mengutus Utsman bin Affan lebih dahulu ke Mekah untuk menyampaikan maksud kedatangan Beliau dan kamu muslimin. Mereka menanti-nanti kembalinya Utsman, tetapi tidak juga datang karena Utsman ditahan oleh kaum musyrikin kemudian tersiar lagi kabar bahwa Utsman telah dibunuh. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan agar kamu muslimin melakukan bai’at (janji setia) kepada beliau. Mereka pun mengadakan janji setia kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mereka akan memerangi kamu Quraisy bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai kemenangan tercapai dan tidak akan mundur. Perjanjian setia ini telah diridhai Allah sebagaimana tersebut dalam ayat 18 surat ini, karena itu disebut Bai’atur Ridwan. Bai’atur Ridwan ini menggetarkan kaum musyrikin, sehingga mereka melepaskan Utsman dan mengirim utusan untuk mengadakan perjanjian damai dengan kaum muslimin. Perjanjian ini terkenal dengan Shulhul Hudaibiyah.

[3] Orang yang berjanji setia biasanya berjabatan tangan. Cara berjanji setia dengan Rasul ialah meletakkan tangan Rasul di atas tangan orang yang berjanji itu. Maksud tangan Allah di atas mereka ialah bahwa mereka seakan-akan membai’at Allah, dan bahwa berjanji dengan Rasulullah sama dengan berjanji dengan Allah yang mengharuskan untuk dipenuhi. Hendaklah diperhatikan bahwa Allah Mahasuci dari segala sifat-sifat yang menyerupai makhluk-Nya.

[4] Karena akibat dan hukumannya kembali kepada dirinya.

[5] Dimana besar dan ukurannya tidak diketahui kecuali oleh Allah yang memberikannya.

[6] Allah Subhaanahu wa Ta’aala mencela orang-orang yang meninggalkan Rasul-Nya dalam berjihad fii sabilillah dari kalangan orang-orang Arab badui yang lemah imannya, dimana dalam hati mereka ada penyakit, prsangka yang buruk kepada Allah Ta’ala, dan bahwa mereka akan meminta uzur kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa harta dan keluarga mereka membuat mereka sibuk sehingga tidak dapat ikut berjihad, dan bahwa mereka akan meminta agar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memintakan ampunan untuk mereka.

[7] Yang tinggal di sekitar Madinah.

[8] Sehingga tidak bisa ikut bersamamu.

[9] Yakni mereka dusta dalam ucapannya, karena permintaan mereka agar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memintakan ampunan untuk mereka seharusnya menunjukkan mereka menyesal, dan mengakui bahwa mereka berdosa, dan bahwa mereka telah melakukan perbuatan yang butuh diiringi dengan tobat dan istighfar. Kalau seandainya seperti ini yang ada dalam hati mereka, tentu istighfar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bermanfaat bagi mereka, karena mereka telah bertobat dan kembali, akan tetapi yang ada dalam hati mereka adalah bahwa mereka tidak ikut itu karena mereka berprasangka buruk kepada Allah. Mereka menyangka, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum mukmin tidak akan kembali lagi setelah itu kepada keluarganya selama-lamanya karena terbunuh, dan sangkaan ini telah terhias dalam diri mereka sehingga mereka tetap tidak mau ikut dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum mukmin. Sebabnya adalah karena dua hal: Pertama, mereka adalah kaum yang binasa, yakni tidak ada kebaikannya. Jika ada kebaikan dalam hati mereka, tentu tidak akan ada seperti ini dalam hati mereka. Kedua, lemahnya iman dan keyakinan mereka terhadap janji Allah, yaitu bahwa Dia akan memenangkan agama-Nya dan akan meninggikan kalimat-Nya.

[10] Karena terbunuh.

Tinggalkan Balasan